Kesehatan sangatlah mahal harganya. Karena saat sakit tentu perlu banyak biaya untuk berobat. Selain itu juga tidak bisa melakukan segala macam aktivitas dengan baik. Telinga merupakan salah satu panca indera yang dimiliki oleh manusia. Perannya sangat vital karena digunakan untuk mempermudah dalam berkomunikasi maupun mendapatkan berbagai macam informasi dari suara atau bunyi di sekitarnya.

Itulah mengapa, menjaga kesehatan telinga menjadi sangat penting dan tidak boleh diabaikan. Telinga yang mengalami gangguan tentu akan menghambat saat berkomunikasi. Selain itu orang yang diajak berkomunikasi juga menjadi kurang nyaman. Jika Anda mengalami beberapa ciri-ciri gangguan pendengaran, maka langkah bijak adalah dengan memeriksakan diri sesegera mungkin ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat. Untuk kasus kerusakan pendengaran yang parah, biasanya dokter akan menyarankan menggunakan alat bantu dengar. Pusat alat bantu dengar Melawai bisa menjadi pilihan terbaik bagi yang sedang mencari alat bantu dengar sesuai dengan kebutuhan.

Perlu diketahui, penyebab pendengaran yang menurun pada masing-masing orang bisa dikarenakan berbagai faktor. Adapun penyebabnya adalah sebagai berikut:

  1. Faktor usia.
  2. Suara yang keras.
  3. Adanya infeksi atau kotoran.
  4. Trauma, terutama karena mengalami keretakan pada tulang telinga atau gendang telinga pecah.
  5. Mengkonsumsi obat-obatan yang busa menimbulkan gangguan pendengaran, baik yang sementara maupun permanen, seperti aspirin, obat-obat kemoterapi, antibiotik streptomycin, dll.
  6. Menderita penyakit yang menghambat suplay darah ke telinga, seperti penyakit jantung, diabetes, hipertensi, dll.

Jika Anda mengalami gangguan pada telinga, langkah bijak yang bisa diambil adalah dengan memeriksakan diri ke dokter THT. Nantinya Anda akan diperiksa dan dicari tahu penyebab gangguan tersebut, entah itu kotoran telinga, gendang telinga yang mengalami kerusakan, infeksi pada telinga, atau karena penyebab lainnya. Dari pemeriksaan ini akan diketahui masalah telinga yang dihadapi tergolong ringan, sedang, atau berat. Penyembuhan yang diberikan nantinya akan menyesuaikan dengan tingkatan kondisi penderita. Bisa dengan membersihkan kotoran yang menyumbat telinga, pembedahan, menggunakan alat bantu dengar, melakukan implan koklea (alat bantu dengar yang ditanam pada bawah kulit di belakang telinga penderita), ataukah harus belajar bahasa isyarat untuk penderita dengan gangguan telinga yang berat atau mengalami tuli.